ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

Peran Utama Guru Yang Wajib Dipraktekkan Di Sekolah Agar Siswa Menjadi Lebih Aktif !

September 28, 2022

Peran Utama Guru Yang Wajib Dipraktekkan Disekolah Agar Siswa Menjadi Lebih Aktif !

Terimakasih telah berkunjung di blog amandajufrian. pada kesempatan ini Admin mencoba untuk membagikan informasi terbaru tentang peran utama guru yang wajib dipraktekkan di sekolah ! 

Guru adalah sosok pahlawan tanpa tanda jasa, profesi seorang guru sangat dijunjung tinggi diseluruh penjuru dunia. Slogan “pahlawan tanpa tanda jasa” bukan hanya sekadar kata-kata, memang sosok guru adalah profesi yang mulia.

 

Guru berperan penting dalam proses belajar-mengajar untuk anak. Apalagi di zaman sekarang, tuntutan bagi para guru sangatlah besar dalam hal mengelola pembelajaran. Guru di tuntut untuk lebih aktif terhadap siswanya, baik itu dalam hal interaksi atau dalam hal yang lain.

 

Sangat penting sekali bagi para guru untuk memaksimalkan perannya dalam hal proses belajar mengajar. Sesuai peraturan KEMENDIKBUD yang mengharuskan setiap guru untuk meningkatkan kompetensinya. 

 

Sifat pendidikan yang sangat dinamis, mengharuskan kemampuan siswanya menjadi lebik aktif dan enerjik di sekolah sangat tergantung pada kualitas guru dan bagaimana cara dia mengajar.

 

Berikut beberapa peran utama guru yang wajib dipraktekkan di sekolah !

 

Peran guru dalam membuat kelas lebih menarik dan tidak membosankan sangatlah penting. Menjadi guru yang asik dan sosok panutan di mata mereka para murid, dapat memotivasi mereka dalam proses belajar disekolah.

 

Jadilah sosok guru yang Humoris, Ya ini merupakan salah satu cara ampuh agar para murid menjadi lebih semangat dan tidak bosan saat di dalam kelas.

Bukan itu saja, seorang guru yang mempunyai sifat humoris, dapat memberikan efek positif terhadap siswa. 

 

Contohnya, para murid dan guru bisa jadi lebih akrab dan dekat. Yang dapat menimbulkan rasa seakan-akan mereka sedang berinteraksi layaknya seorang teman atau orang tua mereka. Semakin murid merasa dekat dengan gurunyasemakin mudah juga untuk menyerap pelajaran apa yang di sampaikan oleh guru mereka.

 

Setiap anak pasti mempuyai bakat, potensi dan talenta yang berbeda-beda dalam diri mereka. Seorang guru harus jeli dalam melihat benih-benih unggul yang ada dalam diri mereka masing-masing. 

 

Dengan cara memberikan kesempatan untuk mereka membuktikan bakat, potensi dan talenta yang ada dalam diri mereka untuk mereka ekspresikan atau keluarkan bakat tersebut. Dengan begitu dapat membuat suasana kelas berbeda dan menjadi lebih hidup.

 

Para guru harus bisa mengatur atau mengikuti kegiatan eksternal yang diadakan oleh pihak di luar sekolah, contohnya seperti para murid di ajak untuk mengikuti lomba yang diadakan oleh dinas pendidikan atau dinas-dinas lain yang pastinya berkaitan dengan pelajaran sekolah.

 

Mengajak murid untuk rekreasi atau jadwal untuk mengikuti kegitan ekstrakulikuler, seperti Latihan panjat tebing, arung jeram, atau mengunjungi tempat wisata-wisata bersejarah yang ada di daerah.

 

Di jenjang kelas sekolah paling tinggi, siswa nantinya akan menghadapi ujian akhir sekolah (UAS). Para dewan guru harus bisa memaksimalkan muridnya untuk mengikuti jam tambahan di luar jam sekolah untuk persiapan ujian.

 

Guru Sebagai Pengarah

 

Jiwa kepemimpinan seorang guru haruslah kuat, untuk memberikan contoh teladan bagi murid di sekolah. Guru merupakan pengarah untukpara murid agar para siswa-siswinya menajdi murid seperti yang dicita-citakan.

 

Menciptakan program khusu, misalnya “Jumat Bersedekah” yang pada mana hari jumat tersebut, semua orang di lingkungan sekolah wajib bersedekah seikhlasnya dengan memasukkannya ke dalam celengan khusus yang di buat setiap kelas oleh para guru. 

 

Guru Sebagai Motivator

 

Guru juga harus memotivasi para murid untuk menabung dalam celengan akhirat sejak usia dini. Bahkan bukan hanya untuk para murid, para dewan guru, wali kelas dan juga kepala sekolah wajib bersedekah seikhlasnya dalam celengan “jumat Berkah” tersebut. Guna untuk memotivasi, mengedukasikan dan membentuk karakter para murid dalam hal kegiatan beramal dan bersosial.

 

“Kelas Rekreasi” salah satu cara ampuh bagi guru untuk membuat para siswa semakin semangat belajar. Caranya, para dewan guru menyiapkan waktu khusus satu hari misalnya hari minggu atau sabtu ya. 

 

Ajak mereka untuk menonton film tentang perjuangan para pejuang Indonesia, film kemerdekaan atau film anak-anak usia mereka yang dapat menggugah motivasi mereka. 

 

Cara lain yang dapat meningkatkan motivasi minat belajar para siswa yaitu dengan memberikan reward untuk mereka. Minimal dengan memberikan mereka pujian terhadap sesuatu yang mereka raih untuk menumbuhkan minat dan semangat belajar yang lebih tinggi lagi.

 

Mengetahui penyebab siswa kurang bersemangat atau termotivasi di sekolah sangatlah peting. Mungkin saja dari sisi keluarganya, lingkungan dia bermain, atau memang ada kondisi mental tertentu.

Setelah para guru mengetahuinya, maka akan sangat mudah untuk guru menentukan cara apa yang paling cocok untuk memotivasi siswa yang mempunyai latar belakang seperti itu.

 

Guru Sebagai Inisiator

 

Guru juga di tuntut untuk menjadi seorang inisiator dalam menciptakan ide-ide baru dan memberikan contoh kepada muridnya. Guru yang inovatif dan penuh inisiatif sangat mudah membaca situasi kelas dan muridnya, para guru sangat cepat merasakan dan mengetahui apa saja yang  dibutuhkan murid dalam kelas tersebut. 

 

Misalnya pada saat memasuki mata pelajaran Matematika, yang membahas tentang rumus-rumus dalam mata pelajaran tersebut, guru melihat muridnya yang mulai bosan dan mengantuk saat di jelaskan. 

 

Pada saat itulah seorang guru harus mempunyai inisiatif untuk mengajak para muirdnya bermain games sebentar, agar kantuk hilang dan kelas juga menjadi lebih aktif.

 

Inisiatif  yang ada pada seorang pendidik adalah untuk menemukan jalan yang lebih efektif guna meningkatkan mutu belajar siswa. Dengan menciptakan metode atau cara baru dalam proses belajar mengajar akan membuka jalan baru dalam memperoleh hasil yang maksimal. 

 

Guru Sebagai Mediator

 

Peran guru sebagai mediator sangatlah penting dalam hal peningkatan mutu pembelajaran. Wajib bagi seorang guru untuk mejadikan dirinya sebagai mediator dalam mengarahkan para muridnya menemukan kesimpulan dan jalan keluar suatu permasalahan. 

 

Peran guru dalam hal ini bertujuan untuk peningkatan inisiatif murid dalam menemukan jawaban atau kesimpulan dengan cara tanpa diberi tahu langsung, dan juga salah satu cara untuk meningkatkan daya belajar siswa dalam penyelesaian tugas.

 

Contohnya, ketika para siswa diberikan suatu tugas untuk di selesaikan secara berkelompok, guru menjadi mediator dalam membentuk sebuah kelompok dengan membagi siswa menurut absensinya, atau bisa juga dengan memberikan judul tugas untuk masing-masing kelompok.

 

Guru Sebagai Fasilitator

 

Guru disebut sebagai fasilitator karena  mereka bertanggung jawab atas berjalannya proses belajar-mengajar di dalam sebuah kelas, dapat menciptakan suasana kelas yang nyaman, penyampaian materi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh murid dan memilih bahan ajar yang cocok di setiap pelajaran.

 

Proses belajar-mengajar mungkin tidak akan berjalan baik tanpa adanya fasilitas yang mempuni disekolah. Fasilitas utama yang harus dimiliki sekolah adalah guru yang hebat. Bukan hanya benda seperti buku, papan tulis dan semacamnya, itu adalah alat pendukung kedua dalam proses belajar-mengajar stelah guru itu sendiri.

 

Guru juga berperan sebagai evaluator, mampu menilai segala bentuk proses belajar-mengajar dan dapat mempertanggung jawabkan hasil tersebut. Guru juga harus mengevaluasi dirinya dan juga caranya mengajar apakah sudah efektif atau belu.

 

Tanggung jawab seorang tenaga pendidik sangatlah besar, apalagi bagi generasi penerus bangs aini nantinya. Seorang murid yang pendidikannya berkualitas akan ditentukan oleh siapa gurunya, bukan dimana sekolahnya.

 

Semoga artikel ini dapat menginspirasi para guru untuk lebih aktif, produktif dan inovativ dalam memberikan kualitas pendidikan.

Share This :

0 comments