ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

Satuan Alat Ukur Dalam Adat Aceh Di Bidang Pertanian

October 23, 2022
Kisah seorang anak dari kalangan petani. Menurutnya, Hal yang paling menyangkan dari menjadi bagian keluarga dengan mata pencaharian petani adalah ketika menuai hasil atau panen.

Ya, kalian semua pasti sudah tau kan rasanya peluh berbayar.

Lelah berganti dengan suka cita. Senyum sumringah para petani pun nampak terpancar di wajah mereka yang legam di bakar matahari.

Khusus untuk petani padi, suatu kepuasan batin ketika mereka mendapati hasil panennya mencapai nisab ( kadar tertentu ) untuk mengeluarkan zakat.

Satuan takar yang menjadi rujukan adalah yang digunakan oleh orang arab. Yaitu “sha’”mud. dan lainnya.

Mudd adalah ukuran literan (volume/isi) Madinah sepenuh kedua isi tangan bila di pertemukan. 

Mudd sendiri secara bahasa artinya “isi kedua tangan”. 4 Mudd diperkirakan 3 sampai 3,1 per liter ukuran sekarang menurut pandangan madzhab Syafi’i. 

Artinya diperkirakan adalah 2.67 sampai 2.76 kg Beras.

Adapun konversi satuan tradisional tersebut adalah sebagai berikut :

1 Nie = 2 Jempet
1 Belakai = 2 Nie
1 Kai = 2 Belakai
1 Cupa = 2 Kai
1 Kato = 6 Ons
1 Are = 2 Cupa
1 Gantang = 2 Are
1 Are = 6 Mok
1 Naleh = 16 Are
1 Gunca = 10 Naleh
1 Kuyan = 10 Gunca
1 Are = 2 Liter
6 Gunca = Nisab Zakat Padi

Apabila padi hasil panen telah mencapai 6 gunca, maka dikenakan zakat sebesar 10 % jika sawahnya dialiri dengan air tadah hujan/ irigasi. Lain halnya jika sawah dialiri semata dengan pompa, dikenanak zakat 5 % saja.

Tidak heran jika banyak orang tidak mengetahui hal ini, bahkan warga aceh sekalipun. Sebab, kebanyakan dari kita sudah tidak bergelut dengan pertanian.

Demikian Informasi tentang Satuan Alat Ukur Dalam Adat Aceh Di Bidang Pertanian. Semoga Bermanfaat.
Share This :

0 comments