ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

KUMPULAN PUISI SINGKAT " CORETAN RINDU UNTUK IBU DI RUMAH DUKA"

February 23, 2022
PUISI SINGKAT " CORETAN RINDU UNTUK IBU DI RUMAH DUKA"

KUMPULAN PUISI SINGKAT " CORETAN RINDU UNTUK IBU DI RUMAH DUKA"


Judul : Coretan Rindu Untuk Ibu
Karya : Kama Rasta

Bagiku kau sebuah inspirasi yg tak bisa aku lukiskan

Kau laksana kejora yg terang menghangatkan

Malam ini bolehkah kupinjam diary hatimu yg bersahaja

Biarkan kubelajar menapaki sebuah tautan yg manis dari sebuah cerita


IBU...walau sudah tak ada haru biru dan air mata yg selalu mengharap kasih darimu utk menopang lelahku

aku masih bisa berdiri disini dengan jejakku

dan aku masih bisa ungkapkan rasa ini lewat bait-bait rinduku buatmu


Inilah kemampuanku IBU

dengan belajar menderu sebuah keikhlasan darimu seharusnya aku mampu memberi kado terindah untukmu

Sebuah rasa cita, cinta dan ketulusan


IBU...yang terlalu indah dan rapi dlm ceritamu adalah badai ini pasti berlalu

IBU...mengertilah bingkai cintamu pasti bisa aku abadikan dengan caraku yg tak henti menyerap semua budi baik kasihmu


Jika kau ijinkan aku meminjam hatimu sebentar sebuah aksara cinta yg tulus dari pembelajaran hidupmu adalah sesuatu yg pernah terhenti untukku

Apa yg bisa aku hadiahkan untukkmu walau secuil rasa yg kau pernah pintakan padaku

Tak akan pernah bisa menggantikan walau doa dan air mataku membuatkan garis kasih yg tak bertepi dan tiada batas untukmu...


Judul : Di Rumah Duka

Karya : Winarni Dwi Lestari


memasuki beranda,

aroma maut begitu wangi.

lembar-lembar dinding

yang selama ini menabiri muka

sekali lagi harus menyerap cela.


empat soko guru berdiri seabad sudah

lengannya tak lelah

menyangga tak terbilang doa

sekali lagi harus pasrah menadah luka.


bangku-bangku masih hangat

oleh perbincangan kebaikan

karena hari ini setitik keburukan

harus disembunyikan jauh-jauh

dari mata izrail

yang meninggalkan jejak ketukan

pada daun pintu.


yang menanggalkan jejak langkah

di lantai nan tabah terinjak sejarah

dan ikhlas memeluk raga

didinginkan usia.


jendela menutup telinga

dari beribu prasangka.

batin-batin selayaknya bercermin

pada bening kacanya.


dan atap tetap mati-matian

menutup rapat ratap dari maut

yang suka memeras air mata.

rumah ini terlalu tua untuk menangis

sebagai anak kecil yang tersesat hilang

dari arah pulang.


Judul : Nafas-Nafas Kelembutan

Karya : Hari Untoro Dradja


Mendung berarak arakan

Petir sambar menyambar

Awan kelabu berkejar kejaran

Nafas keluar masuk terengah engah.


Pucuk daun melambai

Pohon tinggi menyapu awan

Pokok pangkal penyebab utama

Nafas lembut menepis hawa nafsu.


Nafas ngos ngosan

Dadapun kembang kempis

Kalau nafas itu kendaraan nafsu

Perjalanan hati mengendalikan amarah.


Berlari cepat berkejaran

Nafaspun tersengal sengal

Ketika nafas engap engapan

Hati gelagapan didikte hawa nafsu.


Jiwa jiwa yang tenang

Nafaspun longgar di kalbu

Hati sanubari yang luas dan lapang

Nafas lembut mengucap Asma Tuhan.



Judul: Pantai dan Gelombang

Karya: Jonathan Pujakesuma


Cinta kita ibarat pantai dan gelombang

Diriku bagaikan pantai dan dirimu bagaikan gelombang

Gelombang datang menerjang pantai tanpa diundang.

Gelombang pergi meninggalkan pantai tanpa bisa ditahan


Begitu pula cintamu pada diriku

Kau datang membawa cintamu tanpa kuundang

Kau pergi membawa cintamu tanpa bisa kutahan

Kini tinggallah diriku meratapi kepergianmu


Aku sadar bahwa cinta tak harus memiliki

Izinkanlah aku membawa cintamu di dalam mimpi

Aku titipkan rinduku dalam setiap nafasmu

Simpanlah cintaku sebagai tanda kita pernah bersama


Judul : Biarkan

Karya : May Soebiakto SMT


Biarkan

Biarkan ada rasa rindu belum berbalas

Biarkan ada cinta selalu tertanam dihati

Biarkan bayangan ini selalu hadir

Biarkan


Biarkan

Biarkan selalu ada rindu penuh cinta

Biarkan selalu ada sapa hanya dihati

Biarkan selalu terus mencintai


Biarkan

Biarkan

Biarkan


Hanya untukmu sayangku cintaku

Biarkan walau belum bisa memiliki


Judul : Romansa Senja

Karya : Puisi NRS


Semilir menari di ujung senja

Berdesis kencang geliat lajunya

Kala mata terpana

Menatap indahnya pelangi

Yang bercengkerama menghias nabastala


Bagai indahnya hari

Ketika cinta ada menyetubuhi jiwa

Merasuk syahdunya hingga sukma

Gejolaknya mampu mengalihkan dunia


Tersemai buncahan rasa yang berbunga

Wahai engkau puan

Lembut suara nan manja

Berpadu kasih dalam buai romansa


Menyatu pada nyanyian semesta

Tumpahkan gelora cinta

Tercipta canda rayu penuh puja

Jangan biarkan berlalu tanpa kata

Bahagia tumbuh dalam rahimah cinta


Judul : Tabir hampa

Karya : Softly Muslimah


Hampaku karena tak mendekat padaMU

Galauku karena tlah melupakan adaMU

duh

Jiwaku gersang

Asaku hilang


Dan bila ku merindu

Dalam kalbu dititik jenuh

Adalah serindu2nya padaMU

jiwaku haus akan hadirMU


Sungguh

Iblis ciptaMU tlah memperdayaku

Menipuku dg merawat rasa hampa

Memperdayaku dengan meneruskan rasa galau dan resah


Adalah kasihMU yg luar biasa

Tenggelamku tanpaMU

Tak menghijabku dari cintaMU

Masih pula KAU tarik dasar sanubariku

Menuju titian mendekatiMU


Pada awal pagiMU

Pada bentang siangMU

Pada tengah malamMU

dan pada seluruh waktu

Sejatinya hanyalah milikMU


Bimbing aku wahai penguasa jiwa

Jangan biarkanku berjalan tanpa arah

Taburkan rahmat dan ridloMU ya azza wajalla

Dalam setiap gerak dan langkah


Judul : Bayang

Karya : Shahrizankaya Bin Ayobjutawan


Lembaran kamus itu

menjilid perkisahan dulu

tercetak erti rindu

kuhemat penuh syahdu

naskhah tak terbuku

renyuk ke dasar kalbu

gurindam bunga layu.


Impi melonjak tinggi

bak langit di hujung jari

mempercayai tanpa mengetahui

hembusan bayu nyalaan api

terpercik dari manisnya ilusi

rindu seakan tiada bernyali

tewas sendiri diajari sunyi.


Andai gemulai taruhan bicara

mustahil jiwa jadi bahana

berbayang dengan sengaja

membias gelita menutup warna

namun Tuhan mengirim cahaya

sampai waktu tabir antara kita

tersingkap tanpa pinta.


Tandang bidadari beribu watak

tidaklah rupa tulus mencorak

tingkah bisa merubah rentak

sekelip mata mana tercampak

merafak rindu nan berontak

bak jasad ditembus ceracak

merpati putih busana gagak.


Judul : Bisikan Sapa Latif Cinta

Karya : Mawar Futida


Kekasih

Bisikkan latif cinta pada kalburasa

Agar aku dapat melipat rasaragu

Atas segala gejolak dada

Berkecamuk di relung-relung rindu


Ini nelangsa kuhaturkan pada-mu

Sejak matahari sepenggalah

Hingga saat ini siang menyala

Masih mengolah rasa yang berseteru


Kekasih sudahi

Ingin berdamai dengan hati

Agar luruh segala nelangsa

Sungguh tak mampu

Tanpa-mu aku hanya bisa menangis menyembilu


Judul : Sebuah Penantian

Karya: Purnama Bersajak


Satu nama ku sematkan dalam doa

Harapan nyata dari sebuah cinta

Agar ku dengannya selalu bersama

Dengan sebuah ikatan janji setia


Berdegup rasanya jantungku

Kala ku tatap lekat netra matamu

Sungguh Indah memang ciptaan Tuhan yang satu ini

Hingga ku tak bisa pergi mencari pengganti


Jika kau tanya kenapa bisa ku mencintainya

Aku tak kan pernah tau jawabannya apa

Sebab cinta ini tumbuh dengan sendirinya

Tanpa ada alasan yang sebenarnya


Kuharap semoga lekas disegerakan

Niat baik untuk menata masa depan

Kuharap memang kita dipersatukan

Disebuah tempat singgasana yang bernama pelaminan


Judul : Luka & Senyuman
Karya : HR.Firmanzah


Sudah mulai reda luka yg ada

Terimakasih waktu telah mengiris semua

Dia yang meminta

Dia juga yang kembali dengan senyumnya

Dan bodohnya aku kembali tersenyum pada nya


Entah ini apa dan mengapa

Setelah tercipta luka dari nya

Aku mencoba membisu

Tapi diamku tidak bisa membendung senyummu


Sudahlah

Mungkin cinta sudah mengalahkan luka ku.

Share This :

0 comments