ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

KUMPULAN PUISI SINGKAT "PENGOBAT RINDU"

March 01, 2022

KUMPULAN PUISI SINGKAT "PENGOBAT RINDU" 



Karya : Bwi

Seulas senyum ranum bibirmu

Menjadi pengobat rindu hatiku

Terpisah jarak tergilas waktu

Hanya bisa merengkuh ambigu


Membayangkan hangat pelukmu

Degup jantungku kian menggebu

Gejolak jiwaku menanti temu

Melepas kerinduan yang lama beku


Merdu suaramu memanja canda

Serupa desahan kidung senja

Hangat menyentuh relung jiwa

Pengobat lara kala sepi menyapa


Kusemai benih cinta untukmu saja

Kupupuk dan kusiram dengan doa

Tunas kasih bersemi dan berbunga

Bermekaran kelopak arumi bahagia



#DIAMKU_AMARAHKU 

Karya: Kidung Rindu 


Mencoba untuk meredam perasaan 

Dari segala kekecewaan 

Sedih, sakit yang tertahan 

Membuat luka runtuhkan kekuatan 


Letih dalam jelajah 

Tangis kekesalan pecah 

Hanya diam di ujung malam 

Perih jiwa tersungkur kelam 


Rasa kian membara 

Berkobar dalam dada 

Wajah merah memendam amarah 

Kesadaran sedikit lelah 


Kau racun kehidupan 

Meluluhlantakkan dalam kehancuran 

Tak pernah sadar terus kau lakukan 

Seakan sebuah kesengajaan 


Kesabaran ada batasnya

Tiada mampu menahan dera

Hati tertutup oleh kebencian 

Yang nantinya akan menjadi sebuah luapan 


Palembang, 23 Februari 2022

#KiRin


LARIK LUKA 


Hanya selarik luka 

Yang tak bisa aku cerna 

Membawa beban dalam derita 

Dalam sepenggal cerita 


Angin mencumbu dengan mesra 

Tatap nanar runtuhkan air pada netra 

Hujan tak mampu sejukan jiwa 


Andai bisa kutulis sebuah aksara 

Aku hanya ingin katakan apa yang ada 

Rinduku amat menyiksa raga 


Hanya selarik luka yang kau tinggalkan 

Menjamu perih dalam dekapan 

Andai bisa untuk kubagikan 

Kusuruh angin bawa pergi sepanjang jalan 


Krian Sidoarjo, 28 Pebruari 2022


SKETSA MALAM 

Handoyo Suryo 


Gadis itu 

Berlari mengikuti singkap gaunnya

Mengejar tangis , yang tersesat dalam mimpinya

Lantas di jadikan rembulan , mengitari kegelapan


Sungguh 

Secawan madu bersemayam di tubir singgah lampias

Jama'ah para penimang gelak merajam

Demi menghitung sepi yang mulai berpinak di musim harap 


Bukan gelepar lapar di balik punggung gempita malam

Namun gugusan kenyataan adalah desau angin lelah yang berdosa

Kepak kepak sayap sayonara 

Melintasi kotornya catatan dera 


KESEGARAN PAGI


by: @Awesajalah Welvianoza


Sang Surya menjelma jadi lentera dunia

Menawarkan berjuta harapan dan singgasana

Kesegaran pagi mestinya dinikmati dalam berjuang

Agar tak tumbuh sesalan di kala senja.menjelang


Mega bercengkerama dalam sapuan awan

Luruhkan mendung yang sering bertahan

Seiring lonceng kehidupan yang terus berdering

Menuntut kepiawaian dalam menyiasatinya


Tak ada sukses tanpa pengorbanan

Baik berupa materi apalagi perasaan

Namun bahagia itu tetap diperjuangkan

Terutama menyangkut alur kehidupan


Sejenak Aku


Risang wening c


Lembayung langit  di wajahmu 

Mengusik kenangan lalu

Rimpuh jiwa teramat layu

Memapah rindu


Gerai rema

Harum aroma

Seperti tuah mantra

Pengabur logika


Aku bagai kumbang jantan

Di mabuk asmaragama

Mencecap putik bunga

Gelinjang begitu rupa


Engkau tengadah

Dalam peraduan musim semi

Menyulut unggun api

Pada detak desir birahi


Malam begitu panjang terlalui

Aku jatuh dalam puruk sunyi

Sekejap jenak lamunku

Moksa dalam ruang waktu ...berlalu


#ANTARA_KITA

#eMMa W


Demi cinta dan sayang antara kita yang tak putus sejak awal hingga selamanya. Karunia berkasih telah kita gapai, istimewakan setia hingga akhir pernik-pernik narasinya. 


Kelak menjelma karisma saling percaya, antara kau dan aku mewujud sarwa asmara. Memandu rindu syahdu merajut pesona, semoga berkah bestari dan kita begitu makin berbahagia. 


Makin kemari makin merebak kesenangan, tak kan ada yang mampu menghalangi riuh bahagia. Kita pasti sanggup menghalau sejuta rintangan sekalipun. Asmara melaju melampaui hanyut hasrat yang makin menggenang. Inilah tabiat kesetiaan antara kita selalunya sejati dipengharapan. 


Wahai kau pemilik janji di sanubari, mari berdua kita bersimpuh memetik cita cinta nan suci. Menyisihkan lelah mengayuh bahtera Ilahi, putih seputih ombak menggulung buih di laut bahari. 


SEPUCUK WAKTUKU 

Handoyo Suryo 


Ku biarkan jam dinding mengeja dentang waktunya

Agaknya mabuk rindu belumlah bertepi

Menguncup layu , manakala cinta tersemat amuk resah


Sebelum sekap ini memanas 

Tajam bertirah jengah 

Menguruk tiap jilatan lamunan 


Sepucuk waktuku 

Berbenturan dengan dentring khayal

Di dalam retakan daulat ingat 


Tiba tiba ku punguti cuil rengutmu 

Melintasi gurun puisi 

Kering melengking rawan 

Senyumpun perih terasa , melangsungkan isak 


Dan 

Terdiam sedalam kebisuan nanah narasi yang ku sajikan 


#LAMUN_RASA_SAYANG

#eMMa_W


Kendati hadirmu amat kudamba, menjemputmu butuh berlunta-lunta asa, lamun rasa sayang jadi kesetiaan yang terpasung dalam cinta terus kupelihara hingga rasa itu terus hidup terpatri dalam dada menjadi nyata. 


Kendati termangu di persimpangan misteri, tafakur lena membawaku terpana pada damba yang tertunda, lamun rasa sayang kini lepas merenjana pada jelma pernik rayu nan memikat raga bersama lamanya roman merendam bayang. 


Kendati siraman kasihmu bukan kepayang lamun rasa sayangmu tak pernah bosan berharap kepada Sang Maha Penyayang. 


Kendati kecintaan berlimpah menggenangi kalbu yang cemas sungguh lepas retas di sempanjang jalan nan melintas jelas, Lamun rasa sayang pancarkan mimpi kesetiaan terus saja merayu dilubuk rongga kenangan, menjelma, menawarkan rindu menawan. 


Kendati menjulang harapan-harapan yang menjadi penyebab rindu menderu bayang, lamun rasa sayang mengalahkan awan bergelora guna menebas sandera atas cerita cinta nostalgia. 


𝑴𝑨𝑲𝑨𝑴 𝑲𝑬𝑹𝑰𝑵𝑫𝑼𝑨𝑵...

Karya : Yuliana

Bertahun duka melarung dalam kumparan masa

Kala tangis adalah tembang bagi sang jiwa 

Kala tawa adalah warna diantara lara 

Saat kesunyian menjadi nyanyian paling indah


Aku resah dalam gulana 

Ketika syair tak lagi menjadi cahaya 

Pada nada telah patah tak bergema

Saat waktu menelan kering semua kisah 


Tak ada genting keindahan

Yang ada hanya desah kesunyian 

Yang berembus dari bibir keheningan

Pada rindu yang tak lagi bertaun 


Kusuk jejak menapak terik mentari

Papah asa yang letih saat sendiri

Sandarkan resah dimakan sang nurani

Nan mengibah disetiap kobaran nadi 


Tengadah tangan pada sang pemilik jiwa 

Kalungkan Do'a disetiap jari -jari semesta 

Rapalkan zikir diantara seseguk lara

Sampaikan pinta dalam isak mata berkaca 


Yaa...,pemilik jiwa 


Telah kau sempurnakan cinta dalam cinta

Pada derita yang menampar sekujur sukma

Pada makna yang tertulis di dada kembara

Pada lafaz-lafaz perindu namamu adalah kuasa


Yaa...,pemilik segala cinta


Tangis ini adalah saksi kecintaanku

Perih yang terkubur ini adalah jiwaku

Katakan sunyiku pada setiap dendang perindu

Jua lelah ini di segenap detak sang waktu


Tak akan ada lagi sumringahnya di pendar senja

Pada aksara yang bernyanyi disudut jingga

Jua tak kan terlihat lagi kerlingan manja

Yang menatapku dibalik bening kaca jendela


Kini aku telah mati atas kehilangannya

Membangun pusara rindu dalam ketiadaannya

Sampaikan padanya bahwa senja tak lagi merah

Kini cahayanya pun telah hilang bersama surya


Katakanlah wahai pemilik jiwa


Masih pantaskah aku hidup dibumi ini

Kala sang kekasih pun telah pergi

Masih pantaskah kuhirup wangi melati

Sedang aromanya tak bisa kucium lagi


Kini aku hanya seonggak raga tanpa jiwa

Yang membisu karena kepergiannya

Yang merintih karena kehilangannya

Jua tak akan ada lagi senyum mesra darinya


Tak ada lagi..

Duhai pemilik jiwa..

Maka izinkanlah...


Izinkan aku merintih memeluk sepi

Meratap dalam duka yang memerih

Merebah diatas gundukan tanah ini

Untuk menyatu bersama jiwa sang permaisuri


Bungaku kini pusara sunyi kau hadirkan

Bersama kenangan yg kau tinggalkan

Serta seuntai kisah yang tergenang

Dalam rindu jua kecintaan



Share This :

0 comments