ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

KUMPULAN PUISI SINGKAT " SEBATANG COKLAT DALAM MALAM DAN KAMU"

February 23, 2022
PUISI SINGKAT " SEBATANG COKLAT DALAM MALAM DAN KAMU"

KUMPULAN PUISI SINGKAT " SEBATANG COKLAT DALAM MALAM DAN KAMU"


Judul : Sebatang Coklat
Karya : Ryan Anggapraja


Dihari esok yang memikat

sepasang cinta kian terjerat

dengan mantra sebatang coklat

sang lelaki merayu hebat


Dengan niat yang amat ketat

nafsu terbaur dalam jimat

berharap ia kan terpikat

oleh rayu sebatang coklat


Tidak! hal itu terjadi juga

alibi coklat pemuas rasa

murni cinta yang ternoda

oleh nafsu yang tercela


Sakit! kesucian wanita pun rusak

oleh buaian yang menjebak

hanya dalam satu babak

dara sesal dan terisak.


Judul : Pamit Yang Rumit

Karya : Hilmawan R Firmanzah


Aku pergi

Jangan pergi

Mengapa pergi

Haruskah pergi


Bila aku pergi

Dengan siapa aku pergi

Bisakah aku pergi

Jangan biarkan aku pergi


Pergi saja

Pergi kemana

Pergi untuk apa

Pergi bagaimana


Ingin pergi

Pergi meninggalkan kamu yang pergi 

agar aku pergi dari kepergianmu


Karya : Srie Kusmiaty

Judul : Nyanyian Alam



Resah rintik hujan

Yang selalu setia menemaniku

Langit mendung alampun sendu


Kilatan sesekali menyapa

Sebelum gemuruh petir datang

Seakan jadi syair alam yg luar biasa angkuh

Anginpun datang meliuk liukan butiran hujan

Hingga menyebar ke berbagai arah


Langit semakin lama semakin gelap

Meski hari masih siang dan rintik hujanpun mulai reda

Namun wajah langit semakin gelap

Dan suara gemuruh petir terdengar swmakin jauh.


Udara terasa sangat dingin menusuk ke tulang

Tapi, aku enggan tuk beranjak

Seakan aku terhipnotis oleh alunan alam yang angkuh

Seolah dia berbisik kepadaku tentang syair kepiluannya.


Judul : Sesal

Karya : Usman



Rasanya seperti kehilangan harapan,

Wajahku pun sudah menjauh dari cermin,

Kehilangan warna bersisahkan Gelap


Entah? Sebuah dosa atau tumpukan ujian,

Hanyalah rintik jatuh di mata yang buram,

Yang terlena bisikan setan amarah.


Kuingin menyendiri dan menepi dari hiruk pikuk.

Membuang kesalahan di hutan belantara,

Menenggelamkan tubuh di luas lautan.


Kegelapan malam berbaur dalam dada.

Menghilangkan purnama hati,

Terbungkus sesal bersisahkan penyesalan


Aku ingin teriak melepas,

Lantas ia mencengkram amat erat

Meleburkan otak,

Menghilangkan kesadaran pada titik titik


Hanya bisa meminta pengampunan

Di waktu yang berjalan akan istirahat

Dan datang ucapan terimakasih pada ilahi



Judul : Hujan Kau Datang Lagi

Puisi: Jailani Yamin



Hujan kau datang lagi

Basahi cemburu

Hingga luluh dan larut dirindu

Lalu menjelma jadi janji setia


Kemudian

Kau pun sirami janji setia itu

Hingga tumbuh subur disanubari


Aku berharap

Tak lama lagi berbunga dan berbuah

Manis rasanya


Maka bolehlah nanti

Aku dan rembulan petiknya

Tentu atas izin matahari dan bintang bintang.


Hujan kau datanglah lagi.


Karya : Hari Untoro Dradjat

Judul : Badut Dipersimpangan Jalan



Badut badut di persimpangan jalan

Malu malu mencari kehidupan

Muka tertutup topeng jenaka

Tampilan wajah tersenyum.


Badut badut anak jalanan

Manusia perak berkeliaran

Hati miris menadahkan tangan

Anak muda kreatif yang terpinggirkan.


Berkerumun di perempatan

Di keramaian mencari kehidupan

Di perempatan jalan pusat pertemuan

Dimana ada keramaian di sana ada kehidupan.


Badut badut sirkus keliling

Ditertawakan para penonton

Anak anak menunggu gelak tawa

Rasa puas diakhir pertunjukan sirkus.


Tokoh badut punya rasa kebanggaan

Masa muda main trampolin berbahaya

Menjelang tua berkelana di bawah tenda

Pensiun terhormat menjadi seorang badut

Badut adalah jabatan tinggi sirkus keliling

Menghibur anak anak sebelum datangnya takdir kematian.


Judul : Kasih yang tertinggal

Karya : Dathu Mayus



Waktu terus bergulir

Tak terasa sudah Lingsir

Teringat masa silam

Kisah yang kelam


Gejolak asmara membara

Saat bidadri bertahta

Ingin ku ungkap semua

Hasrat jiwa yang merana


Sesal begitu bercamuk

Mengingat tampang buruk

Nyali yang menciut

Ketika hati terpincut


Kisahku hanya hayalan

Terbuai cinta sendirian

Mumuja dalam angan

Tanpa berani mencurahkan


Akhirnya semua berakhir

Dlam bayang bayang mimpi

Kini semua hanya tinggal

Kasih yang tertinggal


Karya : Romo jati

Judul : Tak Ingin Aku Menangis Lagi



sudah lebih

seribu kali

kutulis puisi puisi


namun

tak satu kata pun

bisa

kau pahami


lalu untuk apa

bila hatimu

tetap meminta

puisi puisiku

untuk di baca


sudah kurelakan

puisi puisiku

yang kau remas

dan kau campakkan


biarkan rasa ini

kusimpan rapi

dalam peti

yang sudah

kukunci


dan

tak ingin

aku menulis lagi

walau hanya

satu kata


Karya : Romo jati

Judul : Aku Sudah Gila



semua ucapku

tak menentu

pemikiranku

keluar

dari rel kereta


mataku penuh

terisi

gambar gambar

prespektif

tak kumengerti


Aku sudah gila

gila padamu


Kaki kakiku

tak berpijak

di bumi lagi

kata kataku


hanya seperti

sumpah serapah

aku tak pernah

pulang

ke rumah lagi


Mulutku seperti

memaki maki

namun sesungguhnya

aku memuji

mamuji padamu


Aku sudah gila

gila padamu


Judul : Tilas Beribu Sayat
Karya : Riezwal Adja



Menganga luka tilas beribu sayat belum sedikit pun menutup

Meski ku bekukan hati tak ubahnya bongkah salju kutub

Masih pula coba ia buat lebih dalam dan semakin berdarah

Seakan tak pernah cukup tapak kaki ini bersimbah merah


Mengapa harus terus melagukan nada dari kilasan lampau

Yang tak bisa lagi ku lantunkan walau setengah mengigau

Tak seujung jari pun aku ingin menyentuh lembar memori

Karena sisa goresnya adalah remahan tajam selayak duri


Sesal pun takkan mampu bawa ku kembali merajai waktu

Sia-sia, berharap dulu tak terima darinya sebentuk rasa itu

Hanya membuat ku menggenggam angan semu lalu pergi

Menuruti hasratnya temukan yang lebih baik untuk berbagi


Lagu itu mungkin masih ada, tapi telah jadi tanpa nyawa

Bila dimainkan, tak bisa lagi hadirkan pekik tangis atau tawa

Maka tiap baitnya hanya pantas terkunci di peti mati sejarah

Sebab, jika terlantun kembali, menjadikan luka kian bertambah


Tiada satu pun dari penggalan syair melodinya sudi ku ingat

Hanya sebuah gubahan penuh kepalsuan yang semakin menyayat


Judul : Malam Dan Kamu

Karya : Wan Hasan



Mari kita tumpahkan disini

Meja ini masih milik kita

Sebaiknya kita duduk bersama

Sambil keluarkan gundukan pasir


Dari dalam dada

Pelan-pelan saja

Asal tak ada lagi sisa yang teronggok

Dalam saluran nafasmu

Tak perlu ragu


Alirkanlah

Akan aku punguti satu persatu

Keluh kesahmu

Lalu kujadikan sebuket bunga

Agar malammu kembali indah

Dan kamu bisa menari

Diantara bulan dan bintang


Dalam tidurmu

Bukankah keelokan macam ini

Yang kamu harapkan?


Berhentilah merintih

Kamu mau menangis atau pun tersenyum

Laut akan tetap bergelombang dengan deburan ombaknya


Bukan hanya dihatimu

Sebab gemuruh adalah milik bumi

Selayaknya kamupun sudah dimiliki


Oleh tanah ini

Jauh sebelum tangis pertamamu pecah

Selama semesta masih menyimpan musim

Matahari dan bulan akan tetap ada

Seumpama hidup, mereka adalah keabadian


Dan aku katakan padamu

Tak usah kamu risaukan malammu

Karena gelapnya hanya sementara


Tenanglah, pejamkan matamu

Tidurlah, tak perlu gelisah

Masalalumu tak perlu ditakuti

Bagiku iblis tak lebih

Dari hatimu sendiri


Aku berjanji

Akan kujaga kisahmu

Diantara buku dan penaku

Share This :

1 comments